August 8th, 2010
Ketika kau ungkap cinta
Mengapa harus mendua rasa?
Menjejak kaki menapaki permata hijau
Mereguk madu tak terkira
Enggan menyisih segelintir tuk anak negri
Itukah cinta teragung?
Ketika kau ungkap cinta
Seolah-olah kata memberi menjadi sirna
Hasratmulah yang terutama
Merasakan gemerincing emas dan halusnya sutra
Mengirimkan perca tuk anak bangsa
Itukah cinta terindah?
Kepada kau dan kau yang mengungkap cinta
Sepenggal cintamu yang berselimut dusta
Hanya menyisakan perih pada secarik merah dan putih
Bilakah semua ini terhenti
Berharap dusta sirna
Merubah yang sepenggal menjadi utuh untuk Indonesiaku
___________________________________
Alhamdulillah… setelah guling-guling nggak keruan, nyari si Ilham disana-sini, akhirnya bisa selesai juga puisiku. Meskipun tak seelok langit pagi
tetap saja aku nekat menyertakan puisi ini pada acara Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia yang diadakan Blogcamp.
*fiuh… sambil lap keringat*
Tags: kontes, puisi
Posted in I'm saying | 10 Comments »